CERPEN DERITA PAK HAJI

 

 

DERITA PAK HAJI

Adhe satria wijaya

11 Juni 2021

            Fajar mulai merangkak dikaki sawah bersama angkasa yang membias diraut langit, seorang pria tua terbangun dari tidur singkatnya kemudian beranjak ke sawah dengan sakit yang membelenggu di hatinya.  Sewaktu bekerja di sawa, ia disapa seorang janda yang sangat cantik.

            “ pagi pak haji... wajah nya cerah amat pak, habis shalat dhuha?”. Sapanya sembari merentangkan bibir tipis dan jemari lentiknya merapikan rambut.

            “ pagi juga Riaaa..., seperti biasa buk ria” dengan sedikit suara terputus-putus karena malu

            “Bu ria semakin hari semaki anggun saja bukkk”.

            “ah.. pak haji. Barangkali pengelihatan pak haji terganggu itu” dengan senyum malu sembari sesekali menundukkan pandangannya.

            “pak haji, saya pergi ke kebun dulu ya, bapak menunggu disana”

            “iya buk ria, hati-hati entar dikejar-kejar kupu-kupu”

            “loh, ada monster kupu-kupu pak haji?” ketakutan sambil memeluk erat bakul nasi yang dibawanya.

            “heheh..enggak ada sih buk ria, kan ibu ria manis, entar ibuk ria dikira sari bunga sama kupu-kupu”

            “aduh..pak haji, ada-ada saja. ria berangkat dulu yak pak haji, assalamulaikum” sambil melepas senyum yang membuat manusia normal umumnya akan meluluh.

            “walaikumussalam” sambil menatap tubuh ria yang berlalu anggun dengan pelan-pelan.   

            Dari kalimatnya pak haji sudah jelas bahwa pak haji sudah menaruh hati pada buk ria, akan tetapi buk ria tidak menyadarinya.

Bapak haji jamidok atau biasa dipanggil pak haji menyukai buk ria semenjak buk ria cerai dengan suaminya. Pak haji adalah sosok lelaki yang berusia lima puluh empat tahun akan tetapi sampai usianya itu ia belum menikah. Pak haji termasuk petani yang paling kaya di desanya, tapi masyarakt di desa itu banyak yang menganggap bahwa pak haji belum menikah sampai saat ini karena pak haji terkena oleh kutukan seorang Blian (dukun). Pak haji tidak pernah peduli dengan perkataan masyarakat, masyarakat di desanya terlalu sok tau.

            Pak haji belum menikah... sebenarnya karena pernah ada tragedi rasa sewaktu muda. Ia terlalu mengagungkan perempuan yang pada akhirnya perempuan itu menghancurkan hatinya dan menikah dengan pria lain. Semenjak itu pak haji tidak mau membuka hati lagi pada perempuan. Tapi beda halnya dengan si Ria, seorang janda yang sangat menawan dengan rambut hitam dan mata bulat yang membuat pak haji langsung jatuh hati.

            Setelah selesai bekerja, pak haji beranjak pulang dengan keringat yang membasahi tubuh. Sesampainya di rumah, pak haji merasakan kesepian yang amat mendalam sedalam paus orca yang menyendiri dipalung mariana. melihat tetangganya yang sudah berkeluarga, pak haji sangat ingin menikahi buk ria, akan tetapi pak haji masih mengingat dan merasakan jelas tragedi rasa yang menimpanya sewaktu muda.

            Waktu terus saja mendekap dengan kebiadabannya, sampai buk ria datang menghampiri pak haji untuk mengantarkan lauk dan nasi. Di situ pak haji terpukau seolah jagat rayanya terhenti melihat paras dan raut buk ria yang mengeluarkan iklim surgawi.

            “nikmat tuhan manalagi yang harus kami dustakan”. Bisik pak haji sembari melihat buk ria berjalan ke arahnya.

            “ini pak haji nasinya...”

            “nggak perlu repot-repot buk”. Ujar pak haji dengan rasa malu.

            “ellehh-elleh paaak paak, jangan malu-malu”

            “pak haji juga kan belum punya istri, siapa yang masak buat pak haji?”

            “yaudah kalo gitu buk, ibu aja yang jadi istri pak haji... gimana?. Gombal pak haji sembari merapikan rambut yang beruban dengan rasa malu yang mendalam.

            “bisa saja pak haji hehe...”.

            “apa yang pak haji tidak bisa hanya untuk ria semata”. Dengan percaya dirinya pak haji mengatakan itu.

            Buk ria pun kemudian duduk di dekatnya pak haji sambil memperbaiki rambutnya yang masih berantakan.

            “pak haji kapan nikahnya pak..?”.Tanya ria sambil memegang pundak pak haji.

            “secepatnya... kalok buk ria ndak sabar” sambil menatap dengan dalam dengan goresan senyum palsu untuk menutupi maksundya agar tidak terlalu serius.

            “aduh pak haji”

            Buk ria menghirup nafas dalam-dalam dan melihat sepasang mata pak haji

            “pak haji, sejujurnya ria ingin curhat pak haji, sejujurnya ria belum bisa untuk melupakan sepenuhnya mantan suamiku. Bayangannya tetap saja bertamu dikepala ria, bayangannya tidak tahu malu, menyelip diantara sepi.”sambil mengemasi kedua matanya dari buih air yang ingin keluar dari matanya.

            Mendegar perkataan ria seperti itu, pak haji tersedak makanannya. Pak haji menahan perihnya sayatan dari perkataan lia.

            “ ria” memanggil nama ria dengan dalam-dalam dan serius

            “dia tidak bisa kau lupakan. Ingat ria, sesuatu yang kau coba untuk lupakan maka sesuatu itu akan terus mencul dalam ingata. Sudahi percobaan untuk melupakan mantan suamimu ria” mengelus pundak ria.

            “ria, jika bayangan mantan suamimu datang lagi, kau cukup menatap langit lalu berkatalah, dia indah pada masanya” melihat dengan dalam-dalam kearah sepasang bola mata ria,

            Akhirnya pak haji pasrah saja mendengar jawaban dari buk ria bak kaktus yang diterpa musim penghujan.

***

            Setelah tiga bulan berlalu semenjak tragedi rasa itu, pak haji tidak bisa melupakan ria. Untuk mengobati luka pak haji dari sayatan cinta dari ria. Pak haji pergi ke sembalun untuk mengobati luka yang sangat sulit untuk sembuh. Tempatnya di segara muncar, segara muncar berarti laut muncrat tepatnya di gunung rinjani.

            Di sembalun pak haji pergi ke gunung rinjani untuk mengobati lukanya. Karena gunung rinjani terkenal tempat pengobatan spiritualnya bahkan penyakit batinpun bisa terobati.

            Ketika pak haji di tengah perjalanan menuju gunung Rinjani, pak haji berpapasan denganseorang petapa yang baru turun dari gunung rinjani.

            “permisi, apa kau seorang petapa?” tanya pak haji dengan nada gemetar ketakutan melihat sorotan tatapan tajam dari sang petapa.

            Petepa tersebut diam saja, sambil melanjutkan perjalanannya, pak haji terus mengejar untuk menanyakan tentang bagaimana kelanjutan nasip dirinya dan cara pengebotan atas sayatan luka batin dari ria.

            “petapa, tolonglah...Bantu aku, apakah ada tempat mengobati luka hati ini disana”

Dengan duduk tersungkur di depan petapa, sang petapa pun iba melihat apa yang dilakukan pak haji

            “bangkitlah...kalau kau ingin mengobati hatimu, maka itu harus dari dirimu. Bertafakurlah engkau untuk menyerap dan merasakan bagaimana tuhan membuatmu hidup. Pergilah engkau bertafakur ke segara muncar, maka kau akan menemukan dirimu menjadi baru”

            “Terimakasih, semgoa aku akan menemukan atau menjadi diriku mejadi baru lagi, kemudian melepaskan luaka ini sendiri” dengan suara gemetar terharu, dan perlaha mulai melepaskan tangannya yang menggenggam kaki petapa tersebut.

            Pak haji membiarkan petapa tersebut berlalu, kemudian pak haji melanjutkan perjalanannya ke segara muncar yang berada di Rinjani, pak haji melanjutkan pendakiaannya.

****

           

            Setelah 3 hari berlalu, pak haji pun sampai ke tempat segara mucar. Pak haji sangat terkagum melihat bagaimana keindahan dari segara muncar tersebut. Dengan terengah-engah, pak haji mengambil air segara mucar tersebut untuk dia minum. Selepas ia minum, ia mencob membaringkan tubuhnya yang sudah lemas di atas rerumputan.

            Ketika malam sudah mulai memeluk bumi dengan penuh heningnya, Pak Haji mulai duduk di sebuah batu untuk bertapa. Pak haji bertapa untuk memuihkan dirinya dari luka hati dan mendekatkan diri kepada sang kuasa. Setelah beberapa jam duduk bermeditasi, pak haji disambut elegi fajar yang memerah dikaki gunung. Akhirnya pertapaan pak haji untuk melupakan Ria selesai.

            Waktu terus saja memperlihatkan keegoisannya pada manusia, berjalan tanpa jeda. Selang beberapa bulan pak haji perlahan melupakan Ria. Dari kejadian itu, bahkan sampai akhir hayatnya pak haji tidak mempercayai wanita manapun sampai ia mendekap dan terselimmut liang lahat.

           

             

 

Komentar

  1. Ceritanya menarik, akan tetapi banyak kaya yg typo, alangkah baiknya sebelum dimasukkan ke blog penulis terlebih dahulu menyunting agar tahu letak kesalahannya. Selain itu penulis juga harus membedakan cara penulisan di, menulis di untuk keterangan tempat harus dipisah dan untuk kata kerja. Saran, penulis lebih mendalami tantang PEUBI. Semangat berkarya.

    BalasHapus
  2. Nice story. Selain bahasanya yang puitis juga dapat mengedukasi untuk orang lain. Saya salut dengan kesabaran pak haji walaupun sudah 2x perasaannya kecewa pada wanita tapi ia tetap bertafakur pada Allah

    BalasHapus
  3. Ceritanya sangat bagus, menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan dalam penulisan juga mudah dipahami.
    Ditunggu karya-karya selanjutnya.
    Terimakasih 🙏🏻

    BalasHapus
  4. Ceritanya sangat bagus, menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan dalam penulisan juga mudah dipahami.
    Matataps pokoknya👍🏿👌🏿

    BalasHapus
  5. Ceritanya menarik dibaca. Keren. Tetap semangat dalam berkarya 👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya suku sasak kemaliq renget