Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

CERPEN DERITA PAK HAJI

    DERITA PAK HAJI Adhe satria wijaya 11 Juni 2021             Fajar mulai merangkak dikaki sawah bersama angkasa yang membias diraut langit, seorang pria tua terbangun dari tidur singkatnya kemudian beranjak ke sawah dengan sakit yang membelenggu di hatinya.   Sewaktu bekerja di sawa, ia disapa seorang janda yang sangat cantik.             “ pagi pak haji... wajah nya cerah amat pak, habis shalat dhuha?”. Sapanya sembari merentangkan bibir tipis dan jemari lentiknya merapikan rambut.             “ pagi juga Riaaa..., seperti biasa buk ria” dengan sedikit suara terputus-putus karena malu              “Bu ria semakin hari semaki anggun saja bukkk”.             “ah.. pak haji. Barangka...

Kemaliq renget

  Kemaliq Ranget Menelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.  “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap pak kadus dengan wajah muram.   Kasus ini menjadi kian rumit dikarenakan ban...

Budaya suku sasak kemaliq renget

 Dari hasil wawancara yang saya tangkap pada narasumber. Ia mengatakan kemaliq itu sebagai perasasti leluhur sasak karena itu menjadi bukti bahwa leluhur  kita merupakan orang islam. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa narasumber merupakan kepala  dusun dan beliau juga keturunan kelima yang mempunyai hak untuk mengurus kemaliq ini.   Bagi masyarakat Sasak, kemaliq memiliki makna yang sangat sentral. Bukan hanya bagi diri pribagi tetapi juga kehidupan sosial. Selain itu masyarakat sasak memandang kemaliq sebagi  satu kesatuan penanda kehidupan di gumi paer (tanah air). Penanda-penanda inilah yang merepresentasi ekpresi energi kosmos pada suatu ruang dan meneruskan gelombang energi titik  pusat, yaitu Rinjani. Dalam hal ini bisa dilihat keberadaan Gunung Raden dan Gunung Tunaq di  pantai selatan, Kemaliq Batu Dendeng, Kemaliq Gunung Sasak, Kemaliq Lingsar, Sumur  Banyurip, Sumur Batu Peropok, Kemaliq Gunung Nap-Nap, Kemaliq Batu Bongkok, Le...